Cara kirim penawaran lewat email bisnis: tulis subjek yang jelas, buka dengan kebutuhan pelanggan, lampirkan penawaran dalam satu file PDF, lalu tutup dengan satu langkah berikutnya. Kirim dari alamat dengan nama usahamu, misalnya [email protected], supaya calon pelanggan langsung tahu siapa pengirimnya.
Banyak pemilik usaha kecil mengirim penawaran lewat WhatsApp atau email gratis, lalu bingung kenapa tidak dibalas. Bagian ini sering bukan soal harganya. Penawaran yang rapi, mudah dibaca, dan datang dari alamat yang meyakinkan lebih mudah dijawab.
Kenapa penawaran lewat email bisnis terasa lebih meyakinkan #
Calon pelanggan, apalagi dari kantor atau instansi, biasanya perlu meneruskan penawaranmu ke atasan atau bagian keuangan. Email lebih mudah diteruskan, disimpan, dan dicari lagi daripada chat yang tenggelam di antara ratusan pesan.
Alamat pengirim juga ikut membentuk kesan pertama. Bandingkan [email protected] dengan [email protected]. Alamat kedua langsung memperlihatkan nama usaha. Kalau kamu belum yakin perlu pindah, baca dulu email gratis atau email bisnis untuk melihat kapan email gratis masih cukup.
Siapkan dulu sebelum mengetik #
Lima menit persiapan menghemat banyak balasan "bisa dijelaskan lagi?".
- Alamat pengirim. Pakai alamat berbasis domain usahamu. Belum punya? Ikuti cara membuat email bisnis dengan domain sendiri dari nol.
- Tanda tangan email. Isi nama, jabatan, nama usaha, nomor WhatsApp, dan alamat website. Satu blok kecil, tidak perlu logo besar.
- File penawaran. Simpan sebagai PDF dengan nama jelas, misalnya
Penawaran-Katering-PT-Contoh-Okt2026.pdf. Hindari nama sepertifinal_revisi3.pdf. - Ukuran file. Usahakan satu lampiran saja. Kalau katalog terlalu besar, taruh tautan unduhan di badan email.
Susunan email penawaran yang mudah dibalas #
1. Subjek: sebut isi dan nama penerima atau perusahaannya #
Subjek yang baik menjawab "ini tentang apa?" tanpa dibuka. Contoh: "Penawaran katering 150 porsi untuk acara 12 November". Hindari subjek kosong, "Penawaran" saja, atau huruf kapital semua.
2. Pembuka: satu kalimat konteks #
Ingatkan kenapa kamu menulis. "Terima kasih sudah menghubungi kami kemarin soal kebutuhan seragam untuk 40 karyawan. Berikut penawarannya." Kalimat ini cukup. Tidak perlu perkenalan panjang tentang sejarah usahamu.
3. Isi: tiga hal yang penerima cari #
Penerima biasanya mencari tiga hal: apa yang ditawarkan, berapa totalnya, dan kapan selesai. Tulis ringkas di badan email, lalu detail lengkapnya di PDF.
Contoh isi:
- Pekerjaan: seragam kemeja 40 potong, bordir logo
- Total dan syarat pembayaran: lihat halaman 2 di lampiran
- Waktu pengerjaan: 14 hari kerja setelah desain disetujui
- Masa berlaku penawaran: sampai 30 Oktober
Dengan begitu, orang yang hanya membuka email di HP sudah mendapat gambaran sebelum membuka lampiran.
4. Penutup: satu langkah berikutnya #
Jangan menutup dengan "ditunggu kabarnya ya". Beri langkah yang jelas: "Kalau cocok, balas email ini dengan kata 'setuju' dan kami kirim invoice hari itu juga." Atau tawarkan jadwal telepon singkat. Satu ajakan lebih mudah dijawab daripada tiga pilihan.
Contoh email penawaran #
Subjek: Penawaran kemeja seragam 40 pcs untuk PT Contoh Sejahtera
Selamat siang Bu Rina,
Terima kasih sudah menghubungi kami kemarin. Berikut penawaran seragam kemeja untuk 40 karyawan, lengkap dengan bordir logo.
Ringkasannya: 40 kemeja, pengerjaan 14 hari kerja setelah desain disetujui, penawaran berlaku sampai 30 Oktober. Rincian harga ada di lampiran.
Kalau sudah cocok, cukup balas email ini dan kami siapkan invoice. Kalau ada yang ingin disesuaikan, kabari saya, boleh juga lewat WhatsApp di 08xx-xxxx-xxxx.
Salam, Dewi, Maju Jaya Konveksi majujaya.id
Kapan menindaklanjuti #
Penawaran tanpa balasan tidak berarti ditolak. Orang sering sibuk atau lupa. Satu pesan tindak lanjut sopan dalam beberapa hari kerja sudah wajar. Balas di utas email yang sama supaya penawaran awal ikut terlihat, dan tanyakan apakah ada hal yang perlu diperjelas. Kalau tetap tidak ada jawaban setelah satu atau dua kali, beri jeda lebih lama.
Kesalahan yang sering terjadi #
- Mengirim dari email gratis dengan nama aneh. Penerima ragu apakah ini penawaran resmi.
- Lampiran lebih dari tiga file. Penerima malas membuka satu per satu. Gabungkan jadi satu PDF.
- Harga hanya di dalam gambar. Teks di dalam foto sulit dicari dan sulit disalin ke sistem pembelian penerima.
- Tidak ada masa berlaku. Tanpa tanggal, penerima tidak punya alasan menjawab sekarang.
- Memakai alamat pribadi untuk semuanya. Pisahkan alamat untuk penawaran, misalnya
penawaran@, dari alamat pribadi. Di RatuMail, alias tambahan ke kotak masuk yang sama gratis, jadi satu orang bisa punya beberapa alamat tanpa kotak masuk baru.
Apa yang kamu butuhkan untuk mulai #
Kamu memerlukan dua hal: domain dan layanan email di atasnya. Domain .id untuk usaha berharga Rp269.000 untuk tahun pertama dan Rp279.000 per tahun untuk perpanjangan. Promo yang berjalan: Rp352.000 untuk registrasi 2 tahun (normal Rp538.000), nama minimal 5 karakter. Untuk gambaran biaya dua tahun pertama, totalnya Rp548.000 (per 18 Oktober 2026). Jika ingin tahu pilihan lain, lihat halaman cek harga domain .id.
RatuMail adalah layanan email bisnis di RatuDomain: alamat dengan nama usahamu, satu kotak masuk per orang, webmail plus aplikasi di Android dan iPhone, juga bisa dibuka lewat Outlook. Ada penyaringan spam dan email berbahaya, dan kotak masuk bisa ditambah kapan saja. Kalau domainnya sudah di RatuDomain, pengaturannya berjalan otomatis. Lihat harga terbaru di halaman email bisnis.
Kalau nama usahamu belum punya alamat sendiri, coba cari namanya di RatuDomain. Cek dulu apakah tersedia, lalu putuskan pelan-pelan.
Pertanyaan yang sering diajukan #
Apakah penawaran sebaiknya dikirim sebagai lampiran atau ditulis di badan email? #
Keduanya. Tulis ringkasan di badan email (isi, total, waktu, masa berlaku), lalu lampirkan rincian lengkap sebagai PDF.
Apa format file yang cocok untuk lampiran penawaran? #
PDF paling aman karena tampilannya sama di HP dan komputer, dan penerima tidak bisa mengubah isinya tanpa sengaja.
Boleh mengirim penawaran lewat email dan WhatsApp sekaligus? #
Boleh. Kirim resminya lewat email, lalu beri kabar singkat di WhatsApp bahwa penawaran sudah masuk. Jangan kirim dua versi berbeda.
Apakah perlu email bisnis kalau baru punya sedikit pelanggan? #
Tidak wajib. Tapi kalau pelangganmu mulai dari perusahaan atau instansi, alamat dengan nama usaha membantu penawaranmu terlihat resmi sejak email pertama.