Satu domain bisa dipakai untuk beberapa layanan sekaligus: website di alamat utama, toko atau katalog di subdomain, dan email dengan nama usahamu. Caranya dengan mengatur record di DNS, yaitu daftar yang memberi tahu internet ke mana setiap bagian domain harus pergi. Kamu tidak perlu membeli domain baru untuk setiap layanan.
Panduan ini membahas cara memakai domain untuk beberapa layanan sekaligus, lengkap dengan contoh pembagian yang bisa kamu tiru.
Satu domain, banyak tujuan #
Bayangkan domain sebagai alamat rumah. Rumahnya satu, tapi ada pintu depan, pintu garasi, dan kotak surat. Di dunia domain, ketiganya diatur lewat DNS.
Contoh usaha kue rumahan dengan domain kuebunda.id:
kuebunda.iddanwww.kuebunda.idmembuka website utama.pesan.kuebunda.idmembuka halaman pemesanan atau toko online.[email protected]adalah alamat email untuk pelanggan.
Tiga layanan, satu domain, satu tagihan perpanjangan. Tiap layanan boleh berada di penyedia yang berbeda. Domain hanya menjadi alamatnya.
Tiga bagian yang perlu kamu kenal #
Kamu tidak perlu hafal semua istilah DNS. Tiga jenis record ini sudah mencakup sebagian besar kebutuhan usaha kecil.
Record A dan CNAME untuk website #
Record A mengarahkan domain ke alamat IP server. Record CNAME mengarahkan satu nama ke nama lain. Penyedia website atau toko biasanya memberi tahu mana yang harus kamu isi dan nilainya apa. Salin persis seperti yang diminta.
Record MX untuk email #
Record MX menentukan ke mana surel untuk domainmu dikirim. Kalau salah, email masuk bisa hilang atau terlambat. Karena itu record ini sebaiknya diubah paling hati-hati.
Record TXT untuk verifikasi #
Beberapa layanan meminta kamu menambah record TXT untuk membuktikan bahwa domain itu milikmu. Isinya berupa teks panjang dari layanan tersebut. Menambahnya tidak mengganggu layanan lain.
Penjelasan lebih lengkap tersedia di apa itu DNS, nameserver, dan jenis record.
Cara membagi domain untuk beberapa layanan #
Ikuti urutan ini supaya tidak ada yang bentrok.
1. Tulis dulu layanan yang kamu butuhkan #
Buat daftar singkat: website, toko, email, mungkin halaman promo. Satu baris per layanan, lengkap dengan nama alamat yang kamu inginkan.
2. Pilih alamat utama dan subdomain #
Alamat utama biasanya untuk website. Layanan lain bisa diberi subdomain, misalnya toko.namausaha.id atau blog.namausaha.id. Subdomain gratis dibuat tanpa biaya tambahan domain. Cara membuatnya ada di panduan subdomain untuk usaha.
3. Siapkan layanannya #
Daftar atau siapkan layanan yang akan memakai domain. Setiap layanan akan memberi tahu record apa yang perlu ditambahkan.
- Untuk website WordPress, ada RatuHost di halaman /hosting: hosting WordPress dengan cPanel, server di Jakarta, dan SSL gratis. Lihat harga terbaru di halaman /hosting.
- Untuk website tanpa coding, ada RatuWeb di halaman /buat-website: kamu menjelaskan usahamu, lalu AI menyusun draf halamannya. Domain dibeli terpisah.
- Untuk email dengan nama usahamu, ada RatuMail. Detailnya ada di halaman email bisnis.
4. Atur record di panel DNS #
Masuk ke akun RatuDomain, buka pengelolaan DNS domainmu, lalu tambahkan record satu per satu sesuai petunjuk tiap layanan. Catat apa yang kamu ubah, supaya mudah dikembalikan kalau ada yang salah.
5. Tes satu per satu #
Setelah menyimpan, buka website di browser, kirim email percobaan ke dan dari alamat barumu, lalu cek subdomain. Perubahan DNS kadang butuh waktu untuk menyebar, jadi kalau belum jalan, tunggu sebentar sebelum mengubah apa pun lagi.
Kalau domain dan layanan ada di tempat berbeda #
Ini normal. Kamu bisa membeli domain di satu tempat dan memakai website atau toko dari tempat lain. Kuncinya ada di DNS: selama kamu mengatur record sesuai petunjuk tiap layanan, semuanya bisa jalan bersama.
Untuk email, ada satu kemudahan. Kalau domainmu ada di RatuDomain, RatuMail diatur otomatis, jadi kamu tidak perlu mengisi record email satu per satu.
Kesalahan yang sering terjadi #
- Menghapus record lama sebelum yang baru siap. Website atau email bisa mati sementara. Tambahkan yang baru dulu, tes, baru hapus yang lama.
- Mengubah record MX tanpa sadar. Pindah website tidak harus menyentuh MX. Kalau MX berubah, email masuk bisa terganggu.
- Salah salin nilai record. Satu karakter yang kurang sudah cukup membuat layanan tidak terhubung. Salin dan tempel, jangan ketik ulang.
- Lupa memperpanjang domain. Kalau domain kedaluwarsa, semua layanan di atasnya ikut berhenti. Cek harga perpanjangan sejak awal.
Contoh pembagian untuk toko kecil #
Misalnya kamu menjual perlengkapan olahraga dengan domain sportkita.id. Pembagian yang masuk akal: sportkita.id untuk website profil dan katalog, order.sportkita.id untuk halaman pesan, dan [email protected] untuk email pelanggan. Kalau suatu hari halaman pesan pindah ke layanan lain, kamu cukup mengubah satu record subdomain. Website utama dan email tetap berjalan tanpa disentuh. Itulah keuntungan membagi layanan per alamat sejak awal.
Biaya domainnya sendiri #
Domain .id untuk tahun pertama Rp269.000, perpanjangan Rp279.000 per tahun. Promo yang sedang berjalan: Rp352.000 untuk registrasi 2 tahun (normal Rp538.000), nama minimal 5 karakter. Kalau kamu ingin tahu totalnya untuk dua tahun, angkanya Rp548.000 (per 16 Oktober 2026). Satu domain itu bisa menopang website, subdomain, dan email sekaligus.
Mulai dari mana #
Kalau kamu belum punya domain, mulai dengan memilih nama usaha yang singkat dan mudah dieja, lalu cek apakah tersedia. Cari namamu di RatuDomain, dan lihat apakah alamat yang kamu bayangkan masih kosong. Layanan lain bisa menyusul satu per satu, tidak harus sekaligus.
Pertanyaan yang sering diajukan #
Apakah satu domain bisa dipakai untuk website dan email sekaligus? #
Bisa. Website diatur lewat record A atau CNAME, email lewat record MX. Keduanya hidup berdampingan di domain yang sama.
Apakah subdomain perlu dibeli terpisah? #
Tidak. Subdomain dibuat dari domain yang sudah kamu punya lewat pengaturan DNS, tanpa mendaftar domain baru.
Kalau saya mengubah DNS, apakah website langsung berubah? #
Biasanya butuh waktu agar perubahan menyebar. Tunggu dulu sebelum mengubah lagi, dan tes lewat browser setelahnya.
Bolehkah website dan email berada di penyedia berbeda? #
Boleh. Selama record DNS diatur sesuai petunjuk masing-masing layanan, keduanya tetap bisa memakai satu domain.