Perbedaan domain dan hosting ada pada fungsinya: domain adalah alamat website, sedangkan hosting adalah tempat file website disimpan dan dijalankan. Kamu butuh keduanya supaya website bisa dibuka, dan keduanya sering dibeli dari penyedia yang berbeda. Domain menunjuk ke hosting lewat pengaturan DNS.
Apa itu domain #
Domain adalah nama yang diketik orang di browser, misalnya bengkelpakdin.id. Nama ini menggantikan alamat IP berupa deretan angka yang sulit diingat.
Beberapa sifat domain yang perlu kamu tahu:
- Domain kamu sewa per tahun, bukan dibeli selamanya. Kamu membayar pendaftaran di tahun pertama, lalu perpanjangan tiap tahun.
- Pemiliknya tercatat di registri. Untuk .id, registrinya PANDI. Pemilik domain adalah orang atau badan usaha yang namanya tercatat di data pendaftaran.
- Satu domain bisa dipakai untuk banyak hal: website, email bisnis, dan subdomain seperti
toko.bengkelpakdin.id.
Harga domain bergantung pada ekstensinya. Di RatuDomain, .id tahun pertama Rp269.000 dan .com Rp209.000. Harga perpanjangannya bisa berbeda dari tahun pertama: .id Rp279.000 dan .com Rp249.000 (per 5 Oktober 2026) per tahun.
Apa itu hosting #
Hosting adalah layanan yang menyewakan ruang di server, komputer yang menyala terus dan terhubung ke internet. Di sana file website kamu disimpan: halaman, gambar, database produk, dan program yang menjalankan semuanya.
Saat seseorang membuka websitemu, browser mereka mengambil file dari server hosting itu. Kalau hosting mati atau masa sewanya habis, website tidak bisa dibuka walaupun domainnya masih aktif.
Hosting juga ada beberapa jenis, dari hosting bersama yang murah untuk website kecil sampai server sendiri untuk website besar. Untuk usaha kecil yang memakai pembuat website siap pakai, hosting biasanya sudah termasuk dalam langganan platform tersebut.
Perbedaan domain dan hosting dalam satu tabel #
| Domain | Hosting | |
|---|---|---|
| Fungsi | Alamat website | Tempat file website disimpan |
| Contoh | bengkelpakdin.id |
Ruang server berisi halaman dan gambar |
| Dibeli dari | Registrar atau reseller domain | Penyedia hosting atau platform website |
| Masa sewa | Per tahun | Per bulan atau per tahun |
| Kalau habis | Alamat tidak bisa dipakai, website dan email mati | Website tidak bisa dibuka, domain tetap milikmu selama masih aktif |
Analogi sederhana: alamat dan rumah #
Bayangkan domain sebagai alamat rumah yang tercatat, dan hosting sebagai rumahnya. Orang perlu alamat untuk menemukanmu, tapi alamat tanpa rumah tidak menunjukkan apa-apa. Sebaliknya, rumah tanpa alamat sulit dikunjungi.
Kamu juga bisa pindah rumah tanpa ganti alamat. Kalau kamu pindah ke penyedia hosting lain, kamu cukup mengubah pengaturan DNS supaya domain menunjuk ke server baru. Pelanggan tetap mengetik alamat yang sama.
Bagaimana domain terhubung ke hosting #
Penghubungnya adalah DNS, sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat server. Ada dua cara yang umum:
- Mengganti nameserver domain ke nameserver milik penyedia hosting. Setelah itu, penyedia hosting yang mengatur semua record DNS-nya.
- Menambahkan record A atau CNAME di pengaturan DNS domain, sesuai instruksi dari penyedia hosting atau platform website. Cara ini membuat kamu tetap bisa mengatur record lain, misalnya untuk email, di satu tempat.
Kalau istilah nameserver dan record masih asing, baca penjelasan DNS, nameserver, dan record A, CNAME, MX. Perubahan DNS biasanya terbaca dalam hitungan menit sampai beberapa jam.
Bagaimana dengan email bisnis #
Email dengan nama usaha, seperti [email protected], memakai domainmu tapi butuh layanan email tersendiri. Layanan ini bisa datang dari penyedia hosting, atau dari penyedia email khusus. Penyedia email akan memberimu record MX dan TXT untuk ditambahkan di pengaturan DNS domain.
Artinya ada tiga hal yang bisa terpisah: domain sebagai alamat, hosting untuk website, dan layanan email. Kamu boleh membeli ketiganya dari tempat berbeda.
Mana yang dibeli duluan #
Daftarkan domain dulu. Nama yang bagus bisa diambil orang kapan saja, sedangkan hosting bisa kamu pilih belakangan saat websitemu siap dibuat. Domain yang belum terhubung ke hosting tetap aman milikmu selama kamu memperpanjangnya.
Saat menghitung biaya, pisahkan dua anggaran tahunan:
- Domain: harga tahun pertama ditambah perpanjangan. Untuk .id, total tiga tahun sekitar Rp827.000 (per 5 Oktober 2026) di RatuDomain.
- Hosting atau platform website: biaya langganan dari penyedia yang kamu pilih.
Harga perpanjangan domain sering terlupa saat orang membandingkan penawaran. Alasannya ada di panduan kenapa harga perpanjangan domain penting.
Apa yang terjadi kalau salah satunya habis #
- Domain habis masa aktifnya: website dan email yang memakai domain itu berhenti jalan, walaupun hosting masih aktif. Kalau terlalu lama dibiarkan, orang lain bisa mendaftarkan nama itu.
- Hosting habis masa sewanya: website tidak bisa dibuka, tapi domain tetap milikmu. Kamu bisa menyambungkannya ke hosting lain.
Kamu bisa menyalakan perpanjangan otomatis dari saldo akun di RatuDomain supaya domain tidak terlewat. Untuk hosting, cek pengaturan perpanjangan di penyedia hostingmu.
Apa yang disediakan RatuDomain #
RatuDomain menjual domain, bukan hosting atau email. Dari akunmu, kamu bisa mendaftarkan dan memperpanjang domain, mengatur nameserver dan record DNS, serta menyalakan perlindungan whois seharga Rp25.000 (per 5 Oktober 2026) per tahun. Hosting dan email kamu ambil dari penyedia pilihanmu, lalu kamu sambungkan lewat DNS. Daftar harga semua ekstensi ada di beranda RatuDomain.
Pertanyaan yang sering diajukan #
Apakah domain bisa dipakai tanpa hosting? #
Bisa. Kamu bisa memakai domain untuk email bisnis saja, mengarahkannya ke profil media sosial, atau menyimpannya dulu sampai website siap.
Apakah hosting bisa dipakai tanpa domain? #
Secara teknis bisa lewat alamat IP atau subdomain dari penyedia hosting. Untuk usaha, alamat seperti itu sulit diingat dan terlihat kurang meyakinkan bagi pembeli.
Apakah domain dan hosting harus dibeli di tempat yang sama? #
Tidak. Kamu bisa membeli domain di satu tempat dan hosting di tempat lain, lalu menghubungkannya lewat nameserver atau record DNS.
Kalau ganti hosting, apakah domain ikut pindah? #
Tidak. Domain tetap terdaftar di tempat yang sama. Kamu cukup mengubah pengaturan DNS supaya menunjuk ke server hosting yang baru.
Apakah RatuDomain menjual hosting? #
Tidak. RatuDomain menjual domain dan menyediakan pengaturan DNS untuk menyambungkannya ke hosting atau platform website pilihanmu.


